“Aliansi strategis ini harus menghasilkan bukan kompetisi sempit atau regional egoism, melainkan regional partnership, yaitu kolaborasi antardaerah,” tegasnya.
Ia mendorong pergeseran pola kerja sama dari government to government (G2G) menuju business to business (B2B), dengan menjadikan Investment Forum sebagai penghubung potensi daerah, investor, dan pelaku usaha. Produk unggulan juga harus dikemas secara profesional, memiliki nilai tambah, serta dikembangkan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Sebagai langkah konkret, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan kesepakatan perdagangan antara daerah anggota Kunci Bersama dan Direktur Utama Pasar Induk Caringin Bandung. Kerja sama ini ditujukan untuk memperluas pemasaran komoditas unggulan, khususnya produk pertanian dan pangan, sekaligus memperkuat akses pasar bagi petani dan pelaku usaha lokal.
Ketua Kunci Bersama Investment Forum, Agung Suryamal, menyatakan komitmennya mendorong investasi melalui pemetaan potensi daerah, penguatan sumber daya manusia, kemudahan perizinan, dan kepastian hukum.
Pengukuhan forum dan kesepakatan perdagangan ini diharapkan menjadi langkah nyata membangun ekosistem investasi yang produktif, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan daya saing ekonomi kawasan Kunci Bersama.(Heryanto)

















