ELTV SATU ||| JAKARTA – Setiap 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan Nasional momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu yang rela berkorban demi kemerdekaan dan kehormatan bangsa. Namun, semangat kepahlawanan itu tak boleh berhenti pada seremonial semata. Di masa kini, perjuangan bangsa tidak lagi melawan penjajah bersenjata, melainkan melawan korupsi, kejahatan yang menghancurkan masa depan negeri.
Menurut Rockheli, S.Kom, Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cakra Adipati Nusantara, korupsi adalah bentuk penjajahan baru yang menggerogoti keadilan sosial dan merampas hak rakyat.
“Dulu musuh kita datang dari luar negeri. Sekarang musuh itu berasal dari dalam, dari mereka yang tega mengkhianati rakyatnya sendiri demi kekuasaan dan uang,” ujarnya.
Rockheli menegaskan, korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga pengkhianatan terhadap semangat dan cita-cita para pahlawan bangsa.
“Para pahlawan berjuang agar rakyat sejahtera. Tapi setiap tindakan korupsi justru menjerumuskan rakyat dalam penderitaan. Itu adalah kejahatan moral yang tak bisa ditoleransi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan integritas sebagai bentuk perjuangan modern. Pahlawan masa kini, menurutnya, adalah mereka yang berani jujur dan menolak segala bentuk penyimpangan.












