Ia juga berharap dukungan seluruh elemen, mulai dari pelatih, orang tua, hingga klub sepak bola lokal, terus diperkuat demi kemajuan pembinaan sepak bola usia muda di Kabupaten Kuningan.
“Harapan kami, dari lapangan ini akan lahir pemain-pemain hebat asal Kuningan yang suatu saat mampu tampil di level profesional bahkan memperkuat Tim Nasional Indonesia,” katanya penuh optimisme.
Sementara itu, Bupati Dian Rachmat Yanuar menilai Liga Jabar Istimewa menjadi momentum penting untuk membangun masa depan olahraga sepak bola di Kabupaten Kuningan sekaligus mencari talenta terbaik yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.
“Turnamen ini bukan hanya ajang pertandingan, tetapi bagian dari pembinaan usia dini untuk mencari pemain-pemain potensial yang kelak mampu mengikuti jejak para seniornya dan tampil di kompetisi regional, nasional, hingga internasional,” tutur Bupati Dian.
Ia memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus menjaga disiplin latihan, meningkatkan kemampuan teknik dan strategi bermain, serta menjaga kondisi fisik agar mampu berkembang menjadi atlet profesional.
“Keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan bakat, tetapi juga kerja keras, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar. Anak-anak harus serius berlatih dan menjaga kesehatan agar cita-cita menjadi pemain profesional dapat tercapai,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan olahraga daerah, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga berkomitmen meningkatkan kualitas sarana dan fasilitas olahraga guna menunjang proses pembinaan atlet muda ke depan.
Liga Jabar Istimewa 2026 pun diharapkan menjadi kawah candradimuka lahirnya generasi emas sepak bola Kuningan, sekaligus memperkuat sportivitas, mental bertanding, dan persaudaraan antarpemain muda dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Antusiasme para peserta dan dukungan masyarakat menjadi energi besar bagi kemajuan sepak bola Kuningan agar semakin berprestasi dan mampu mencetak pemain-pemain berkualitas untuk masa depan olahraga nasional.(Heryanto)


















