Sedangkan Majalengka Bagian Tengah & Selatan diantaranya beberapa desa di Kecamatan Panyingkiran, Kasokandel, Kadipaten, dan Cigasong yang kerap mengalami penurunan debit sumber air tanah saat kemarau panjang.
Potensi karhutla di Kabupaten Majalengka sebagian besar berada di kawasan hutan negara (Perhutani), sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), serta lahan kering milik warga
BPBD menghimbau seluruh camat dan kepala desa di Kabupaten Majalengka diinstruksikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan segera memetakan secara berkala rincian by name by address wilayah RT/RW yang mulai mengalami dampak kekeringan agar distribusi bantuan air bersih dapat disalurkan secara tepat sasaran
Lebih lanjut Agus menambahkan, pihak BPBD Majalengka akan mengoptimalkan koordinasi lintas sektor, termasuk berkolaborasi dengan TNI, Polri, Dinas PolPP dan Damkar, Dinsos, serta relawan penanggulangan bencana.
”Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Majalengka untuk mulai menghemat penggunaan air bersih dan tidak melakukan pembakaran lahan atau membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran hutan. Segera laporkan ke posko BPBD hotline 0823-4040-0300 jika di wilayahnya mulai mengalami krisis air bersih atau melihat titik api,” pungkas Agus.
Pemerintah daerah berharap, dengan langkah antisipasi yang terukur dan keterlibatan aktif masyarakat, dampak dari musim kemarau tahun ini dapat diminimalisasi dengan baik


















