Melalui Program DASHAT, setiap desa akan memiliki dapur yang secara khusus menyiapkan makanan bergizi sesuai kebutuhan kelompok sasaran, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui hingga balita. Program ini akan diintegrasikan dengan pelayanan Posyandu dan mendukung pemenuhan gizi keluarga berisiko stunting.
DPPKBP3A juga menghadirkan berbagai inovasi menu bergizi, seperti olahan nasi hijau berbahan daun kelor yang kaya nutrisi, serta puluhan variasi olahan telur yang disesuaikan dengan kebutuhan ibu hamil dan balita.
Selain DASHAT, DPPKBP3A juga menggulirkan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Program ini merupakan kolaborasi dengan 12 rumah sakit serta sejumlah BUMN dan BUMD untuk memberikan pendampingan kepada desa-desa lokus stunting.
Melalui GENTING, rumah sakit akan menurunkan dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anak, serta dokter umum untuk memberikan pemeriksaan kesehatan, edukasi, hingga layanan USG bagi ibu hamil. Sementara BUMN dan BUMD berperan dalam mendukung perbaikan sanitasi, lingkungan, dan kebutuhan dasar keluarga berisiko stunting.
Kepala DPPKBP3A berharap kedua program inovatif tersebut mampu menjadi langkah konkret dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Kuningan melalui pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga pendampingan kesehatan, sanitasi, dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Rakerda Program Bangga Kencana Tahun 2026 sendiri mengusung tema “Transformasi Kelembagaan dalam Mewujudkan Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”, yang dirangkaikan dengan peringatan Harganas bertema “Ayah Wajib Hadir”, sebagai bentuk penguatan pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kuningan.(Heryanto)


















