Bunda Ida berharap Barakuda dapat terus menjadi inspirasi bagi komunitas lain dalam menjaga silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan.
“Semoga Barakuda bisa menjadi tolok ukur bagi paguyuban lain, tetap solid, kompak, dan terus menjaga silaturahmi, baik antaranggota maupun dengan masyarakat luas,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, memberikan apresiasi atas peran Barakuda dalam menumbuhkan kecintaan perantau terhadap kampung halaman.
“Organisasi ini sangat berperan dalam menumbuhkembangkan kecintaan terhadap kampung halaman. Walaupun mereka bekerja di rantau, mereka tetap memilih jalan pulang, terutama saat Hari Raya Idulfitri,” ujarnya usai kegiatan.
Ia juga menilai Barakuda telah menunjukkan kontribusi nyata melalui berbagai kegiatan sosial, termasuk santunan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Mereka telah memberikan kontribusi luar biasa. Di sela kesibukan bekerja, mereka masih meluangkan waktu dan rezekinya untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung. Ini merupakan langkah yang sangat mulia,” katanya.
Bupati Dian berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan Barakuda dapat menjadi contoh bagi organisasi lain untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial.
“Tidak mudah mempertahankan organisasi hingga 14 tahun. Namun dengan kebersamaan dan kesepahaman, saya yakin Barakuda akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” pungkasnya.
Barakuda sendiri merupakan paguyuban masyarakat asal Kuningan yang merantau di berbagai kota besar, dengan semangat kebersamaan yang dirangkum dalam slogan “Salam Satu Cinta Barakuda, Dulur di Lembur, Bayah di Kota”. (Heryanto)


















