Aksi dramatis pun terjadi. Dengan cuaca kemarau yang menyengat dan kobaran api yang terus menjalar di antara batang bambu yang kering, tim gabungan bersama warga terpaksa berjibaku melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya.
“Petugas dan warga bahu-membahu menyiramkan air menggunakan ember dan alat seadanya agar api tidak menjalar ke pemukiman,” tambah Danramil.
Berkat aksi cepat dan kerja keras bersama, kobaran api akhirnya berhasil dikepung dan dinyatakan benar-benar padam sepenuhnya pada pukul 15.30 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa menegangkan ini. Kerugian materiil dipastikan berupa lahan rumpun bambu seluas 500 m² yang ludes dilalap si jago merah.
Aparat mengimbau keras seluruh masyarakat Majalengka untuk tidak lagi melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, mengingat kondisi cuaca kemarau ekstrem yang sangat rentan memicu kebakaran hebat. (Pendim_0617/VC)

















