Sementara itu, Owner Sangkanika Edugarden, Achmad Nur Hidayat, menjelaskan bahwa Panen Raya Buah Naga Kuning merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem yang menghubungkan pertanian, pendidikan, pariwisata, seni, budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu ruang kolaborasi.
Menurutnya, Sangkanika hadir dengan keyakinan bahwa desa memiliki potensi besar apabila seluruh sumber daya yang dimiliki dikelola secara terpadu.
“Kami ingin kebun tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga menjadi ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui konsep Edugarden, pengunjung diajak mengenal proses budidaya tanaman, teknologi pertanian, peluang usaha, hingga pentingnya menjaga ketahanan pangan. Sebagai pelopor Edugarden Buah Naga Kuning di Kabupaten Kuningan, Sangkanika menjadikan komoditas tersebut sebagai identitas kawasan sekaligus daya tarik agrowisata bernilai ekonomi tinggi.
Untuk mendukung regenerasi petani, Sangkanika juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah SMK pertanian melalui program magang dan pembelajaran lapangan.
“Kami ingin anak-anak muda melihat bahwa bertani itu modern, kreatif, berbasis teknologi, dan mampu memberikan masa depan yang baik,” katanya.
Selain mengembangkan sektor pertanian, Sangkanika juga membuka ruang kolaborasi dengan pelaku wisata, UMKM, hotel, komunitas, seniman, budayawan, hingga pelaku ekonomi kreatif agar tercipta destinasi wisata yang memiliki identitas kuat dan melibatkan masyarakat secara aktif.
Melalui Panen Raya Buah Naga Kuning ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Sangkanika menegaskan komitmen untuk terus mendorong lahirnya generasi petani muda yang inovatif, memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan pariwisata berbasis potensi lokal, serta menggerakkan ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kuningan Melesat yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.(Heryanto)


















