• Beragam pelatihan peningkatan kompetensi, seperti PPG, pelatihan BK, Deep Learning, Coding dan AI, kepemimpinan sekolah, dan lainnya.
• Tunjangan sertifikasi Rp2 juta per bulan untuk guru non-ASN dan satu kali gaji pokok untuk guru ASN.
• Insentif guru honorer Rp300.000 per bulan, dan mulai tahun depan meningkat menjadi Rp400.000.
• Pengurangan beban administratif guru serta kebijakan one day teacher learning dalam sepekan.
Bupati juga menyoroti perlunya perlindungan hukum bagi para guru, termasuk melalui nota kesepahaman antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Kepolisian RI untuk penerapan penyelesaian damai (restorative justice) dalam kasus yang berkaitan dengan proses pendidikan.
“Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban. Kehadiran guru sebagai figur inspiratif, teladan, sekaligus motivator sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh guru memperkuat motivasi dan komitmen dalam mendidik generasi muda serta mengimbau masyarakat dan orang tua untuk lebih menghargai kerja keras para guru. Bupati juga menyampaikan lima pesan Presiden Prabowo Subianto kepada para murid: Belajarlah dengan baik, cintai orang tua, hormati guru, rukun dengan teman, dan cintai tanah air.
Upacara ditutup dengan penyerahan penghargaan serta hadiah dalam rangkaian HUT PGRI ke-80. Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI tahun ini diharapkan menjadi penyemangat bagi insan pendidikan Majalengka untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan dedikasi demi mencetak generasi yang unggul dan berkarakter. (Pendim_0617/Vicky)


















