Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan orang tua terhadap pola konsumsi anak di tengah maraknya makanan dan minuman instan tinggi gula serta garam.
“Terlalu banyak konsumsi minuman tinggi gula dan makanan ultra processed food seperti nugget dan sosis harus mulai dibatasi. Sekarang bahkan ada anak usia di bawah 10 tahun yang sudah terkena diabetes melitus. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Kuningan juga memperkenalkan slogan tahun 2026 bertajuk “Gema Telusio” atau Gerakan Makan Telur dan Minum Susu sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi anak usia dini.
Tak hanya itu, Eris turut mengingatkan pentingnya pola asuh dan komunikasi antara orang tua dan anak. Menurutnya, komunikasi yang baik sangat berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan dan mental anak.
“Jangan sampai di rumah orang tua sibuk bermain media sosial sementara anak sibuk bermain game tanpa komunikasi. Anak-anak usia dini sedang berada pada fase kritis dan penuh rasa ingin tahu. Pertanyaan mereka harus dijawab dengan baik,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para orang tua membiasakan kegiatan sederhana seperti membacakan cerita sebelum tidur untuk mempererat hubungan emosional dengan anak.
Pada aspek perlindungan, Eris menekankan pentingnya edukasi sejak dini mengenai bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah.
“Kita harus menanamkan kepada anak-anak agar peduli terhadap teman, berani melapor jika melihat tindakan bullying, dan tidak menjadi pelaku kekerasan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak,” katanya.
Di akhir sambutannya, Eris berharap seluruh program PAUD Holistik Integratif di Kabupaten Kuningan dapat berjalan optimal dan membawa prestasi hingga tingkat nasional.
“Kami mohon doa dan dukungannya. Mudah-mudahan tahun ini Kabupaten Kuningan kembali meraih penghargaan tingkat nasional dalam bidang PAUD,” pungkasnya.(Heryanto)


















