Abi juga mengajak para santri untuk meminta maaf kepada orangtua atas segala kesalahan dan kekhilafan selama menempuh pendidikan, baik melalui ucapan maupun perbuatan.
“Ucapkan dari lisan kalian, ‘Bunda, maafkan kami anak-anakmu. Jika selama ini kami berbuat salah dan khilaf kepada Bunda. Ada sakit hati yang belum sempat disembuhkan, ada ucapan yang jauh dari keinginan hati. Maka maafkan kami, Bunda,’” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kyai Saiful mengajak para santri menanamkan tekad untuk membahagiakan orangtua setelah kembali ke lingkungan keluarga.
“Berjanjilah dalam diri kalian, mulai hari ini kalian akan membahagiakan ibu-ibu kalian. Karena tidak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi seorang anak selain melihat orangtuanya tersenyum dan bahagia,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para santri bahwa keberhasilan menuntut ilmu tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari sikap berbakti, menghormati, dan membalas kasih sayang orangtua yang telah menjadi jalan keberkahan dalam kehidupan mereka.(Heryanto)


















