“Harapannya, kebutuhan air untuk wisata bisa memiliki suplai tersendiri sehingga tidak mengganggu kebutuhan masyarakat. Jadi semuanya bisa kebagian secara merata,” jelasnya.
Ia menambahkan, tata kelola air ke depan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan sektor wisata, tetapi juga untuk mendukung kebutuhan pengairan pertanian, termasuk sawah milik warga.
Menurutnya, pengelolaan distribusi air harus dilakukan secara lebih terukur agar seluruh pihak yang berkepentingan mendapatkan akses air secara adil dan berkualitas.
“Tujuannya adalah menjamin semua pihak mendapatkan air secara merata dan berkualitas. Jangan sampai ada wilayah yang kelebihan, sementara yang lain justru kekurangan. Itu juga menyangkut pengaturan teknis seperti jaringan dan ukuran pipa distribusi,” katanya.
Menanggapi keluhan masyarakat yang terdampak, pihak pemerintah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pemerintah bersama PDAM, kata dia, terus berupaya agar pasokan air bersih dapat segera pulih dan tidak berlarut-larut.
“Air adalah kebutuhan yang sangat pokok. Apalagi saat ini anak-anak sudah mulai sekolah, tentu kebutuhan air di pagi hari sangat penting. Kami mohon maaf kepada masyarakat yang masih mengalami kekurangan air, dan kami minta untuk bersabar karena penanganan sedang terus dilakukan,” pungkasnya.(Heryanto)


















