Pemerintah memastikan seluruh komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut dipatok lebih murah dibandingkan harga pasar.
“Kalau memang ada yang lebih mahal, silakan sampaikan kepada kami. Itu akan menjadi bahan evaluasi,” katanya.
Sebagai contoh, pada pelaksanaan di Citiusari harga telur di pasaran mencapai sekitar Rp 30 ribu per kilogram. Melalui BUMDes setempat telur dijual Rp 28 ribu, bahkan dalam kegiatan GPM diturunkan lagi menjadi Rp 27 ribu per kilogram.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Dari 14 pelaksanaan yang telah digelar, seluruhnya disambut antusias oleh warga.
Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan pengendalian inflasi menjelang hari raya Idul Fitri,pungkasnya.(Heryanto)


















