Sejak laporan diterima, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Damkar, aparat desa, relawan, dan masyarakat langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi hingga sepanjang aliran sungai.

Pada hari pertama, pencarian dilakukan hingga malam hari sebelum dihentikan karena kondisi gelap. Pencarian dilanjutkan keesokan harinya dengan menyusuri aliran sungai ke arah hilir, namun tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Memasuki hari ketiga, hasil evaluasi menunjukkan kecil kemungkinan korban terbawa arus. Hal ini mengingat kondisi sungai yang sempit, dangkal, berbatu, dan tidak memiliki arus deras. Oleh karena itu, fokus pencarian dialihkan ke daratan dan penelusuran informasi.
Berdasarkan koordinasi dengan pihak keluarga dan kepolisian, operasi pencarian sementara dihentikan. Langkah selanjutnya akan bergantung pada hasil penyelidikan dan informasi baru di lapangan.
Hingga saat ini, Parmo masih dinyatakan hilang. Aparat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban.(Heryanto)


















