Ia bahkan memperkirakan posisi korban masih berada dalam radius dekat, sekitar 30 hingga 35 meter dari titik awal hilangnya Parmo. Meski demikian, ia mengakui bahwa pernyataannya bersifat subjektif.
“Feeling saya di sekitar situ saja, mungkin di area semak atau pepohonan. Tapi itu hanya berdasarkan batin, wallahu a’lam,” ujarnya.
Di sisi lain, spekulasi lain juga muncul dari warga terkait kemungkinan adanya hewan liar di sekitar lokasi. Seorang warga mengaku pernah mendengar cerita tentang keberadaan ular berukuran besar di area tersebut, meski belum pernah melihat langsung.
Meski berbagai dugaan bermunculan, baik dari warga maupun pihak lain, hingga kini belum ada bukti yang mengarah pada penyebab pasti hilangnya korban. Aparat dan tim gabungan masih terus melakukan pencarian secara intensif.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu atau spekulasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta tetap menunggu hasil resmi dari proses pencarian yang masih berlangsung.(Heryanto)


















