ELTV SATU || KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi melantik Pengurus Forum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kabupaten Kuningan masa bakti 2025–2030 pada Senin (10/2/2026) di Diva Pujasera Kasturi, Jalan Kamurang Dua, Desa Kasturi, Kecamatan Kuningan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) tersebut menjadi momentum penguatan kelembagaan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.

Pelantikan ini merujuk pada Keputusan Bupati Kuningan Nomor 141.2/Kep.1.394/DPMD/2025 tentang Komposisi dan Personalia Pengurus Forum BUMDes Kabupaten Kuningan masa bakti 2025–2030. Dalam keputusan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Kuningan bertindak sebagai Dewan Pembina. Dewan Penasihat diisi unsur Sekretaris Daerah, Kepala DPMD, Inspektur Daerah, Kepala DLHK, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Kepala Disporapar, serta Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Kuningan. Sementara Dewan Pertimbangan diisi tokoh masyarakat,dan unsur lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa BUMDes merupakan pondasi penting kekuatan ekonomi daerah.
“Kalau desa kuat, kabupaten pasti hebat. Instrumen penguat desa itu adalah ekonomi kerakyatan, dan BUMDes menjadi urat nadi penggeraknya,” tegas Bupati.
Ia mengingatkan agar pengelolaan BUMDes tidak sekadar formalitas jabatan, melainkan harus ditopang sumber daya manusia yang memiliki jiwa wirausaha. Menurutnya, banyak BUMDes stagnan karena salah memilih pengelola yang tidak memiliki orientasi bisnis dan inovasi.Secara khusus, Bupati menekankan posisi strategis Forum BUMDes sebagai wadah kolaborasi antar desa.
“Hari ini kita melantik Forum BUMDes. Forum BUMDes yang saya pikir ini sangat strategis. Saya tadi menekankan Forum BUMDes ini adalah forum wadah rumah besar bagi Badan Usaha Milik Desa yang ada di Kabupaten Kuningan. Saya ingin menjadi rumah besar untuk menyatukan persepsi langkah, dan saya ingin ke depan rumah besar ini memberikan spirit tidak ada kompetisi atau saling mematikan antar BUMDes, tapi justru saling menguatkan. Karena dengan cara itulah BUMDes akan melesat, akan naik kelas.” ujarnya.
Selain itu, Bupati menyoroti pentingnya legalitas, transparansi, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam tata kelola BUMDes. Pemerintah daerah, katanya, siap mendukung inovasi desa, termasuk membuka peluang kerja sama investasi di sektor pertanian dan pengolahan potensi lokal.


















