Bupati kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antar desa melalui Forum BUMDes. Kompetisi yang tidak sehat harus diubah menjadi sinergi, sehingga potensi desa dapat dikembangkan secara terintegrasi — mulai dari sektor pertanian, wisata, pengelolaan sampah, hingga industri kreatif berbasis kearifan lokal.
“Tanpa kolaborasi, saya kira bersaing dengan kapital, pemodal-pemodal besar akan sulit. BUMDes adalah wajah masa depan ekonomi desa. Mari kita jadikan ini ladang amal dan kerja nyata untuk kesejahteraan masyarakat,” tutup Bupati.
Ketua Forum BUMDes Kabupaten Kuningan, Sofyan, menyampaikan komitmen pengurus untuk menjadikan forum sebagai wadah kolaborasi lintas desa guna mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat.
Forum BUMDes Kabupaten Kuningan sendiri memperkenalkan sejumlah program strategis, antara lain penguatan BUMDes Hub sebagai agregator dan akselerator produk desa, pengembangan Desa Sirkular untuk pengelolaan sampah bernilai ekonomi, gerakan Kuningan Hijau berbasis pupuk organik, serta inkubasi desa wisata dengan pendekatan perencanaan dan investasi yang terukur.
Dengan pelantikan ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap BUMDes mampu menjadi sumber pendapatan desa yang signifikan, memperkuat ketahanan ekonomi lokal, serta menciptakan desa-desa yang mandiri dan berdaya saing.(HER)


















