Ia mengakui adanya kendala, terutama pada aspek parkir. Meski panitia telah menyiapkan sejumlah titik, seperti area depan kampus, kompleks SMK Muhammadiyah 2 Kuningan, bahu jalan, hingga perumahan dosen, lonjakan jumlah jamaah membuat kapasitas yang tersedia tidak mampu menampung seluruh kendaraan.
Pelaksanaan salat Id sendiri dipusatkan di lapangan belakang kampus yang telah diperluas dibanding tahun sebelumnya, termasuk hingga area TK Lab School. Panitia juga menyiapkan lahan tambahan, namun belum dapat dimanfaatkan karena kondisi tanah yang masih basah.
Berdasarkan perkiraan, jumlah jamaah yang hadir mencapai sekitar 5.000 hingga 6.000 orang. Ke depan, pihak kampus berencana melakukan pengembangan guna meningkatkan kapasitas, termasuk pembangunan sarana seperti auditorium dan Laboratorium Sentral di Kampus 2 pada 2026.
Di tengah perbedaan penentuan Hari Raya Idulfitri, masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga persatuan. Perbedaan tersebut dinilai sebagai hal yang wajar dan harus disikapi dengan saling menghormati, bukan menjadi pemicu perpecahan.
Usai pelaksanaan salat Id, masyarakat kembali ke rumah masing-masing untuk bersilaturahmi bersama keluarga dan kerabat.(Heryanto)


















