Menurut Bupati memainkan Angklung secara bersama-sama akan memberikan pelajaran untuk para pemainnya bagaimana menjalin kerjasama (kebersamaan) menuju suatu harmoni yang indah. Bermain angklung antar sesama pemain harus saling berkoordinasi hal ini mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan kekompakan.
Ia juga menyinggung nilai-nilai budaya Sunda yang selaras dengan filosofi angklung, seperti kekompakan, kebersamaan, dan saling mengasihi. Menurutnya, nilai-nilai itu perlu terus dijaga dan diperkenalkan sejak dini kepada para pelajar.
” Peringatan Hari Angklung Sedunia di SMPN 1 Majalengka tidak hanya menjadi ajang pelestarian seni tradisional, tetapi juga momentum menginternalisasi filosofi budaya Sunda kepada generasi muda,” jelasnya.
Bupati juga menginstruksikan pada peringatan Hari Jadi Majalengka nanti Angklung harus di mainkan dengan banyak peserta.
Peringatan Hari Angklung Sedunia di SMPN 1 Majalengka tidak hanya menjadi ajang pelestarian seni tradisional, tetapi juga momentum menginternalisasi filosofi budaya Sunda kepada generasi muda—sekaligus mendorong Majalengka untuk semakin menghidupkan kekayaan seni daerahnya.
(Kontributor Majalengka)


















