Dengan pendekatan berbasis data,organisasi akan lebih mudah menyusun program yang tepat sasaran,mampu memetakan persoalan,menangkap aspirasi,serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki pemuda.
“Musda ini bukan hanya untuk memenangkan satu sosok, tetapi memenangkan masa depan pemuda Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Kuningan, Ahmad Jayadi (Kang Ajay), dalam sambutannya menyampaikan laporan pertanggungjawaban sekaligus refleksi akhir masa kepemimpinannya.
Ia menjelaskan bahwa pada Musda ke-16 KNPI Kuningan membawahi 62 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). Namun berdasarkan proses verifikasi dan validasi sesuai AD/ART Tahun 2022, sekitar 30 OKP dinyatakan memenuhi syarat sebagai peserta penuh dengan hak suara.
“Lebih baik sedikit tetapi berkualitas, daripada banyak tetapi tidak jelas,” ungkapnya.
OKP yang Surat Keputusannya tidak aktif ditempatkan sebagai peninjau. Sementara OKP baru yang terdaftar akan melalui tahapan sebagai peninjau sebelum menjadi peserta penuh pada Musda berikutnya, dengan ketentuan administrasi yang lengkap dan aktif.
Kang Ajay juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan atas dukungan terhadap berbagai kegiatan KNPI, mulai dari kegiatan sosial, keagamaan, hingga forum konsolidasi organisasi. Ia berharap dukungan tersebut dapat terus ditingkatkan guna memperkuat sinergi bersama 30 OKP dan 32 Pengurus Kecamatan (PK).
Sementara itu, perwakilan DPD KNPI Jawa Barat, Wakil Ketua OKK Budi Miftahudin, menegaskan bahwa KNPI harus mampu menempatkan diri sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah daerah.
Ia menyampaikan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus memberikan masukan konstruktif terhadap kebijakan publik.
“Momentum Musda ke-17 ini diharapkan melahirkan kepemimpinan yang semakin dewasa, solid, dan mampu menjaga persatuan pemuda di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Musda XVII DPD KNPI Kabupaten Kuningan diharapkan menghasilkan kepemimpinan baru yang mampu memperkuat soliditas organisasi, memperjelas arah program kerja, serta menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(HER)


















