“Kabutnya turun perlahan dan membentuk lapisan seperti awan. Terasering Panyaweuyan selalu punya karakter unik, apalagi saat cuaca mendung seperti ini. Setiap sudutnya terasa sangat fotogenik,” ujar Rocheli.
Di sepanjang jalur puncak perbukitan, terlihat deretan kendaraan wisatawan yang memadati area parkir. Sejumlah warung lokal juga tampak ramai dikunjungi, menjadi tempat singgah pengunjung sambil menikmati panorama alam khas Majalengka.
Meski jarak pandang terbatas akibat kabut tebal, kondisi ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemburu foto. Dengan membawa perlengkapan kamera lengkap, mereka menyusuri anak tangga di punggung bukit demi mendapatkan sudut pandang terbaik dari mahakarya pertanian tradisional yang menjadi ikon wisata daerah tersebut.
Untuk menikmati kawasan wisata ini, pengunjung dikenakan karcis masuk sebesar Rp12.000 per orang. Sementara itu, tarif parkir kendaraan ditetapkan sebesar Rp10.000 untuk mobil dan minibus, serta Rp5.000 untuk sepeda motor.
Bagi wisatawan yang berencana berkunjung, pengelola mengimbau agar tetap berhati-hati. Jalur jalan yang membelah area pertanian terasering tergolong curam dan berpotensi licin, terutama saat kondisi berkabut dan lembap. (Yayah)












