Selain di Desa Cidahu, Diskatan Kabupaten Kuningan juga melaksanakan Gerdal OPT secara bersamaan di lima titik lainnya dengan sasaran OPT tikus, wereng batang cokelat, serta BLB/Kresek, yang berpotensi mengganggu pertanaman padi pada fase pertumbuhan kritis. Seluruh kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh UPTD Brigade Proteksi sebagai unit teknis pengendalian OPT di lapangan.
Adapun rincian lokasi pelaksanaan Gerdal OPT serentak meliputi: Gerakan Pengendalian OPT Padi Tikus seluas 10 hektare di Poktan Mekar Asih I, Blok Waru, Desa Partawangunan, Kecamatan Kalimanggis.
Gerakan Pengendalian OPT Padi Tikus seluas 16 hektare di Poktan Marga Tani, Blok Bengkok, Desa Cikubangmulya, Kecamatan Ciawigebang.
Gerakan Pengendalian OPT Padi Wereng Batang Cokelat (WBC) seluas 5 hektare di Poktan Pon I, Blok Pon, Desa Caracas, Kecamatan Cilimus.
Gerakan Pengendalian OPT Padi Tikus seluas 15 hektare di Poktan Giri Karya, Blok Boneas, Desa Dukuhbadag, Kecamatan Cibingbin.
Gerakan Pengendalian OPT Padi BLB/Kresek seluas 15 hektare di Poktan Gumelar, Blok Bantarawi, Desa Luragungtonggoh, Kecamatan Luragung.
Seluruh kegiatan di lima titik tersebut dilaksanakan mulai pukul 07.30 WIB, dengan pendampingan teknis langsung dari Kepala UPTD Brigade Proteksi, Kepala UPTD sesuai wilayah, POPT beserta jajaran petugas lapangan.
Dr. Wahyu Hidayah menambahkan, Diskatan Kabupaten Kuningan akan terus memperkuat pemantauan intensif dan respon cepat berbasis laporan petani, sebagai bagian dari strategi perlindungan tanaman dan penguatan ketahanan pangan daerah.
“Kami mengajak petani untuk terus berkoordinasi dengan penyuluh dan petugas teknis. Setiap laporan akan kami tindaklanjuti agar serangan OPT tidak meluas dan produksi padi tetap terjaga,” pungkasnya.
Melalui Gerdal OPT serentak ini, Diskatan Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya untuk hadir di lapangan, membangun sinergi, dan melindungi kepentingan petani, guna mewujudkan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan di Kabupaten Kuningan.(HERYANTO)


















