ELTV SATU | KUNINGAN – Polemik terkait penyadapan getah pinus yang memicu perselisihan antara LSM AKAR dan Kelompok Tani Hutan (KTH) beberapa hari lalu mendapat perhatian serius dari Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar.
Saat ditemui dalam acara Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Kasturi, Kecamatan Kuningan, Rabu (25/2/2026), Bupati menyampaikan akan meminta ketegasan dari pihak Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) agar persoalan ini segera mendapat kejelasan.
Bupati Dian menegaskan bahwa baik KTH maupun para aktivis merupakan masyarakat Kuningan. Pemerintah daerah, kata dia, menampung seluruh aspirasi untuk kemudian disampaikan kepada pihak yang berwenang.
> “Kami tampung semua keluhan dan aspirasinya untuk disampaikan kepada pihak yang berwenang,” ujarnya.
Ia juga meminta ketegasan dari pihak TNGC agar persoalan ini tidak berkembang menjadi kegaduhan atau konflik horizontal di masyarakat.
> “Saya minta kejelasan dan ketegasan dari pihak TNGC terkait sikap dan kebijakan yang diambil,” tegasnya.
Bupati menambahkan, segala bentuk tindakan anarkis maupun persekusi tidak dapat dibenarkan. Ia mengimbau baik KTH maupun aktivis untuk tetap menjaga kondusivitas dan menyampaikan aspirasi secara tertib. Ia juga menegaskan bahwa kewenangan pengambilan keputusan terkait kawasan tersebut berada di ranah TNGC, bukan pemerintah daerah.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Beberapa bulan lalu, ia telah menghadap Menteri terkait bersama Dirjen, serta berkali-kali menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak TNGC. Pemerintah daerah juga telah melayangkan surat resmi dan berdiskusi dengan penasihat menteri.
Menurutnya, kepastian aturan dan ketegasan kebijakan sangat dibutuhkan agar polemik tidak berlarut-larut dan menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.
Dalam waktu dekat, ia berencana kembali mengundang seluruh pihak untuk berdialog. Ia menyadari bahwa opini publik terbelah, ada yang mendukung, menolak, maupun berada di posisi netral.
Pemerintah Kabupaten Kuningan, tegasnya, tetap berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi kaidah konservasi.
> “Gunung Ciremai adalah sumber kehidupan kita selama puluhan bahkan ratusan tahun. Saya berharap semuanya dapat berjalan kondusif dan lingkungan tetap terjaga,” pungkasnya.
(Heryanto)


















