Tak lupa,Bupati juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para orang tua wisudawan dan wisudawati. Menurutnya, keberhasilan para lulusan hari ini tidak lepas dari doa, pengorbanan, dan kesabaran orang tua yang sering kali tidak terlihat.
“Di balik toga yang dikenakan hari ini, ada doa yang tidak pernah putus dan pengorbanan yang tidak ternilai dari orang tua,” tuturnya.
Bupati juga menyinggung tantangan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Kuningan, khususnya dalam kondisi fiskal dan pembangunan sektor kesehatan. Namun ia optimistis, dengan sinergi seluruh pihak dan hadirnya tenaga kesehatan muda yang berkompeten, Kuningan akan mampu sejajar dengan daerah lain.
Ia berharap Politeknik Kesehatan KMC Kuningan terus berkembang menjadi pusat lahirnya tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga berkarakter, beretika, serta memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, dan sosial.
Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Insan Mandiri Kuningan (YWIM) Drs. H. Momon Rochmana, M.M., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kuningan atas dukungan Pemerintah Daerah, termasuk fasilitasi pemanfaatan aset daerah untuk pengembangan kampus. Ia juga berpesan kepada para lulusan agar tidak berhenti belajar, menjunjung tinggi soft skill seperti kejujuran, disiplin, dan cinta profesi, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Acara wisuda tersebut turut dihadiri anggota Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, H. Dudy Pamuji, SE., M.Si unsur Forkopimda, pimpinan dan civitas akademika Politeknik Kesehatan KMC Kuningan, serta para orang tua wisudawan dan wisudawati.(HERYANTO)


















