Ia menilai, banyak pemain muda sebenarnya memiliki kemampuan, namun belum mendapatkan panggung yang cukup untuk memperlihatkan potensinya.
“Kadang kita tidak melihat bakat-bakat itu karena panggungnya memang tidak disediakan. Proton Super Cup ini menjadi panggung yang kami sediakan bagi talenta-talenta muda untuk kami scouting, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk berkarier secara profesional di futsal,” katanya.
Toni berharap Proton Super Cup ke depan tidak sekadar menjadi agenda rutin kompetisi, tetapi mampu memberikan nilai positif bagi pembentukan karakter generasi muda.
Menurut dia, para peserta harus menjadikan kompetisi sebagai proses pembelajaran untuk membangun kedisiplinan, daya saing, konsistensi, serta mental profesional.
“Saya berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas. Bagaimana kegiatan ini bisa membangun value dan nilai bagi generasi muda bahwa mereka adalah bagian dari pelaku pembangunan bangsa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sikap disiplin dan kompetitif yang dibangun sejak mengikuti kompetisi akan menjadi bekal penting bagi para pemain, baik ketika mereka kelak menjadi atlet profesional maupun ketika menekuni bidang lainnya.
“Dengan disiplin, kompetitif, dan konsisten, saya pikir mereka akan terbentuk menjadi pribadi yang profesional. Kalau memang rezekinya menjadi atlet profesional, mereka akan menjadi atlet yang profesional. Kalaupun belum menjadi atlet profesional, mereka tetap bisa menjadi sosok yang profesional di bidang yang mereka tekuni,” pungkas Toni.
Proton Super Cup pun diharapkan mampu menjadi salah satu fondasi pembinaan futsal usia muda, sekaligus melahirkan pemain-pemain berbakat yang nantinya dapat mengharumkan nama Kuningan di tingkat provinsi hingga nasional.(Heryanto)


















