ELTV SATU ||| KOTA CIREBON – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik yang berlangsung di Aula Terbuka Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Senin (26/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri atas wartawan dan anggota PWI Kota Cirebon.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas serta profesionalisme wartawan, khususnya dalam menghadapi dinamika perkembangan media dan arus informasi digital yang kian cepat. Kegiatan berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 16.00 WIB dengan menghadirkan materi-materi yang relevan dengan praktik jurnalistik yang beretika, berimbang, dan adaptif terhadap teknologi.
Ketua PWI Kota Cirebon, M. Alif Santosa, SH., dalam pemaparannya menekankan pentingnya pemahaman Search Engine Optimization (SEO) bagi jurnalis di era digital. Menurutnya, posisi berita di mesin pencari sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan pembaca, yang berbanding lurus dengan peluang pendapatan media, khususnya melalui Google Adsense.
“Jika sebuah website sudah dimonetisasi Adsense, maka traffic menjadi kunci utama. Semakin banyak pembaca, semakin besar pula nilai yang ditransfer Google ke rekening media setiap bulan,” ujar Alif Santosa.
Ia menjelaskan bahwa dalam praktik jurnalistik digital, wartawan saat ini menulis untuk dua audiens sekaligus, yakni pembaca manusia dan mesin pencari. Agar konten mudah ditemukan, penempatan kata kunci atau keyword menjadi faktor krusial.
Beberapa prinsip SEO yang ditekankan dalam pelatihan ini antara lain penggunaan kata yang lazim diketik masyarakat saat mencari informasi, menghindari istilah yang terlalu teknis, serta memilih keyword dua hingga tiga kata agar lebih spesifik dan mudah terdeteksi mesin pencari. Selain itu, wartawan juga diarahkan untuk memilih kata yang relevan dengan isu-isu aktual agar artikel memiliki peluang lebih besar muncul di halaman utama pencarian.
Melalui kegiatan ini, PWI Kota Cirebon berharap para jurnalis mampu mengubah pola produksi konten. SEO tidak dimaknai sebagai pengorbanan kualitas jurnalistik, melainkan sebagai sarana agar berita sampai kepada pembaca yang tepat.
“Mari kita maksimalkan SEO. Jangan sampai kita menulis banyak, tetapi tidak muncul di hasil pencarian karena belum mengikuti aturan main mesin pencari,” tutupnya.
Sementara itu, mantan Ketua PWI Kota Cirebon yang kini menjabat sebagai Dewan Penasihat, Noly Alamsyah, menegaskan bahwa kemajuan organisasi sangat bergantung pada peran aktif seluruh anggota.
“Kami mengajak seluruh teman-teman untuk bersama-sama membesarkan PWI Kota Cirebon. Berikan karya terbaik, bukan hanya untuk organisasi, tetapi juga untuk kemajuan daerah,” katanya.
Noly juga menyampaikan bahwa kepengurusan PWI Kota Cirebon saat ini terbuka terhadap berbagai gagasan dan inovasi. Setiap anggota yang memiliki ide maupun potensi diharapkan tidak ragu menyampaikannya kepada ketua dan jajaran pengurus.
Ke depan, PWI Kota Cirebon menyiapkan beragam agenda berbasis minat anggota, mulai dari kegiatan olahraga, keagamaan, hingga sosial kemasyarakatan sebagai ruang aktualisasi wartawan di luar ruang redaksi.
“Setiap anggota memiliki passion yang berbeda. Mari kita bangun PWI Kota Cirebon melalui kegiatan yang bermanfaat sesuai dengan kemampuan masing-masing,” pungkas Noly. ***


















