Lima pilar yang disiapkan meliputi Sakola Deui untuk meningkatkan akses pendidikan kesetaraan; Akademi Guru Melesat untuk memperkuat kompetensi pendidik; Guru untuk Pelosok guna mengatasi ketimpangan distribusi guru; PAUD, Inklusi, dan Ngaji Diri untuk memperluas layanan pendidikan sejak dini dan inklusif; serta Observatorium Pendidikan Kuningan sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis data.
Melalui program tersebut, Pemkab Kuningan dan UPI menargetkan pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas guru, serta penguatan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Tantangan berikutnya adalah memastikan lima pilar tersebut tidak berhenti sebagai rencana, tetapi diwujudkan dalam program nyata yang berdampak langsung bagi sekolah dan masyarakat.
(Heryanto)

















