“Pengamanan harus mampu memberikan rasa aman sekaligus kenyamanan bagi masyarakat yang merayakan natal maupun yang melakukan perjalanan liburan” Ujar Sekda.
Selain itu, antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas, kemacetan lalu lintas, serta risiko bencana alam akibat cuaca ekstrem menjadi perhatian utama, khususnya di jalur wisata, pusat keramaian, rumah ibadah, dan titik-titik rawan.
“Mengingat potensi cuaca ekstrem, saya meminta BPBD, damkar, Dinas Putr, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko longsor, banjir, dan pohon tumbang, khususnya di jalur wisata dan jalur utama lalu lintas” Ungkapnya.
Terkait meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang Natal dan Tahun Baru, Sekda meminta pengaturan rekayasa lalu lintas di kawasan pusat perbelanjaan dan pasar tradisional agar meminimalisir kemacetan.
Ia juga mendorong Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok selama periode libur akhir tahun.
“Kepada perangkat daerah pengampu agar memastikan stabilitas harga serta ketersediaan pasokan komoditas strategis dapat tercukupi” pungkasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap seluruh rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, serta tetap menjaga stabilitas sosial dan kondusivitas daerah.(HER)


















