Meski demikian, Bupati Dian menuturkan komitmen untuk terus melakukan perbaikan. “Integritas moral menuntut kami untuk berani mengakui dimana langkah yang tersandung,” ujarnya, sembari menyampaikan permohonan maaf atas pelayanan yang belum sempurna serta membuka ruang kritik dan saran dari masyarakat.
Kerjasama pemerintah dan semua unsur serta masyarakat membuahkan sejumlah penghargaan tingkat provinsi dan nasional sepanjang 2025. Inilah capaian prestasi lainnya, selama 1 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan di berbagai sektor, mulai dari tata kelola pemerintahan, ekonomi, sosial, hingga infrastruktur dan digitalisasi. Prestasi ini diraih di tingkat provinsi maupun nasional sebagai bentuk pengakuan atas kinerja dan arah pembangunan daerah.
Person of The Year 2025 – Top Government in Public Relations, Pengakuan atas kepiawaian membangun komunikasi publik yang efektif dan partisipatif.
TOP Pembina BUMD, Apresiasi atas keberhasilan membina dan meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah.
Visionary Leader of Accelerated Economic, Penghargaan atas kepemimpinan yang fokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kabupaten Informatif, Penghargaan dari Komisi Informasi Jawa Barat atas transparansi dan keterbukaan informasi publik.
Kinerja JDIH Meningkat, Terjadi peningkatan performa Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum sebagai wujud penguatan regulasi dan dokumentasi hukum daerah.
Pelayanan Adminduk Kategori “Baik”, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil meraih kategori “Baik” dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia atas inovasi pelayanan dan optimalisasi data kependudukan.
Tata Kelola Fiskal Membaik, Pemerintah daerah berhasil melunasi kewajiban tunda bayar sebesar Rp 96,7 miliar lebih cepat dari jadwal.
Daerah Percontohan BP Taskin RI, Dipilih sebagai daerah percontohan nasional program pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan oleh Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).
Sektor Ketenagakerjaan, Pembukaan lebih dari 13.000 lowongan kerja dalam 100 hari kerja pertama.
Ketahanan Pangan Award Jabar, Meraih dua kategori: Gerakan Pangan Murah (GPM) Terbaik dan Neraca Pangan Terbaik tingkat provinsi.
Penghargaan KTNA Jabar, Sektor pertanian menyabet empat penghargaan tingkat provinsi bagi aparatur dan petani dari Kontak Tani Nelayan Andalan Jawa Barat.
Produksi Padi Nasional, Berkontribusi pada peningkatan produksi padi Jawa Barat (10,2 juta ton) dan nasional (60,37 juta ton GKG).
Bantuan Alsintan, Penyaluran 337 unit alat dan mesin pertanian senilai Rp10 miliar untuk meningkatkan produktivitas petani.
Pengendalian Inflasi – Pinunjul Award, Penghargaan pengendalian inflasi daerah yang berhasil diraih empat kali berturut-turut.
Anugerah Social Worker Indonesia, Predikat Teladan Berprestasi atas kebijakan pembangunan kesejahteraan sosial yang inklusif dan manusiawi.
Peringkat II Pembangunan Daerah Tingkat Provinsi, Capaian prestasi pembangunan daerah di tingkat Jawa Barat.
Infrastruktur Digital, Percepatan akses sinyal telekomunikasi yang kini hanya menyisakan satu desa dengan status blank spot seluler.
Rangkaian apresiasi tersebut menjadi indikator bahwa reformasi tata kelola dan pembangunan berbasis kolaborasi mulai menunjukkan hasil.
Menutup refleksi satu tahun kepemimpinannya, Bupati Dian mengajak seluruh elemen masyarakat, ASN, petani, pelaku usaha, komunitas, hingga generasi muda untuk menjaga semangat gotong royong.
Bupati Dian mengatakan, bahwa jabatan memiliki batas waktu, namun pengabdian kepada daerah tidak pernah berhenti. “Satu tahun ini hanyalah langkah pertama dari ribuan mil perjalanan kita. Mari berjalan bersama untuk menjemput Kuningan Melesat,” ungkapnya optimistis.
Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar bersama Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani, menyampaikan pesan dan rasa syukur, bahwa pencapaian yang diraih dalam satu tahun ini bukanlah kerja individu, melainkan buah dari kerja kolektif dan doa seluruh masyarakat Kuningan.
Terima kasih kepada seluruh jajaran aparatur pemerintah daerah yang telah bekerja menjalankan tugasnya mulai pemerintahan daerah hingga pemerintahan desa, Forkopimda atas sinergitasnya, serta yang paling utama kepada seluruh warga Kabupaten Kuningan.
“Semangat kolektif ini menjadi energi bagi kami untuk terus melangkah. Mari kita jaga kebersamaan ini, karena dari satu langkah kecil yang kita ambil bersama, akan lahir seribu harapan untuk Kuningan yang lebih tangguh dan berdaya saing,” ungkapnya.
Satu tahun hanyalah awal. Jalan masih panjang, namun dengan kebersamaan dan kerja keras, dari satu langkah ini akan lahir seribu harapan bagi masyarakat Kuningan,” menjadi semangat yang terus digaungkan. Satu tahun pertama menjadi fondasi. Tahun-tahun berikutnya adalah kelanjutan ikhtiar menuju Kuningan yang semakin tangguh dan berdaya saing untuk Kuningan MELESAT. (HER)


















