Langkah serupa juga didorong melalui penguatan produksi pertanian di Desa Pasir Agung. Dalam panen raya, petani setempat berhasil menghasilkan komoditas buncis dan timun.
Toto menilai peningkatan produksi harus diikuti dengan jaminan penyerapan hasil panen. Jangan sampai petani sudah mengeluarkan biaya dan tenaga untuk bercocok tanam, namun hasilnya justru tidak terserap pasar.
“Jangan sampai masyarakat sudah menanam dan panen, tetapi hasilnya tidak terserap. Kita akan dorong agar dapur penerima mau menampung hasil panen warga,” tegasnya.
Selain persoalan pembangunan dan pertanian, Toto juga memberikan perhatian terhadap warga yang membutuhkan dukungan sosial. Salah satunya Kang Nana di Puncak yang mengalami kelumpuhan akibat stroke selama sekitar dua tahun.
Sebagai bentuk kepedulian, Toto berkomitmen membantu menyediakan kursi roda untuk menunjang mobilitasnya.
Bagi Toto, reses bukan sekadar agenda menyerap usulan pembangunan, tetapi juga kesempatan melihat langsung kondisi masyarakat dan memastikan aspirasi serta kebutuhan warga dapat diperjuangkan melalui kebijakan dan program pemerintah.(Heryanto)

















