“Catatan dan rekomendasi dari surveior harus kita tindak lanjuti. Memang tidak semuanya bisa direalisasikan sekaligus, tetapi harus dipetakan berdasarkan prioritas dan urgensinya. Kami akan melaporkan kebutuhan tersebut kepada Bupati sebagai pemilik rumah sakit agar dukungan pemerintah daerah dapat diperkuat,” tegasnya.
Sekda juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Linggajati. Ia menyebut tingkat kunjungan pasien mulai menunjukkan peningkatan dan berharap tren tersebut terus berlanjut seiring pembenahan pelayanan.
Menurutnya, dukungan Bupati Kuningan terhadap manajemen rumah sakit harus diiringi komitmen seluruh jajaran untuk menjaga kualitas pelayanan publik, meningkatkan profesionalisme, dan mengutamakan keselamatan pasien.
Sementara itu, Direktur RSUD Linggajati, Hj. Eva Maya, M.M., menjelaskan bahwa kegiatan pada Oktober ini merupakan survei simulasi sebagai tahapan persiapan sebelum pelaksanaan survei akreditasi sesungguhnya yang direncanakan berlangsung pada November 2026.
“Melalui survei simulasi ini, kami ingin mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi rumah sakit. Banyak masukan yang kami terima dari tim surveior dan mudah-mudahan seluruh rekomendasi tersebut dapat kami tindak lanjuti untuk meningkatkan mutu serta kualitas pelayanan,” ungkap Eva.
Ia menegaskan, komitmen RSUD Linggajati adalah memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dengan mengutamakan keselamatan pasien.
Salah satu perkembangan yang disampaikan manajemen adalah peningkatan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit. Hingga September 2026, BOR RSUD Linggajati tercatat mencapai 55,9 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang masih berada pada kisaran 30 persen.
Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan pemanfaatan layanan rumah sakit. Namun, manajemen tetap dituntut menjaga mutu pelayanan, memenuhi standar akreditasi, serta menindaklanjuti rekomendasi surveior secara konsisten.
Survei simulasi ini diharapkan menjadi momentum pembenahan menyeluruh bagi RSUD Linggajati, sehingga persiapan menuju akreditasi November mendatang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar, tetapi juga berdampak nyata terhadap kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat.(Heryanto)

















