Selain itu, Sekda juga menyoroti pentingnya mitigasi dan evaluasi program secara berkelanjutan, terutama dalam menghadapi potensi persoalan sosial dan kebencanaan yang kerap terjadi setiap tahun.
“Kita harus mampu memitigasi sejak awal, baik dari sisi SDM maupun penganggaran. Evaluasi ini penting sebagai dasar perbaikan ke depan, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap optimal meskipun dengan keterbatasan,” jelasnya.
Uu Kusmana juga menyatakan optimisme terhadap kepemimpinan Tatiek Ratna Mustika, yang dinilai memiliki pengalaman panjang di berbagai perangkat daerah, seperti Bappeda, Lingkungan Hidup, hingga bidang organisasi dan ekonomi.
“Saya yakin dengan pengalaman yang dimiliki, Bu Tatiek mampu membawa Dinas Sosial lebih baik lagi,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Dinas Sosial harus menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program unggulan Bupati Kuningan, yakni Gema Sadulur, yang berfokus pada penurunan angka kemiskinan.
Saat ini, angka kemiskinan di Kabupaten Kuningan tercatat sekitar 10,74 persen. Namun, Bupati menargetkan adanya percepatan penurunan hingga kisaran 7–8 persen, lebih ambisius dari target RPJMD.
“Ini tentu menjadi tantangan besar. Tapi saya optimistis, dengan dukungan semua pihak dan komitmen kuat, target tersebut bisa dicapai,” tegasnya.
Sekda berharap, dengan sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, berbagai program sosial dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kuningan.(Heryanto)


















