“Proses ini harus benar-benar transparan, tidak ada titipan atau pengkondisian. Bahkan saya sendiri belum mengetahui hasilnya. Semua murni berdasarkan penilaian objektif,” tegasnya.
Menurutnya, seluruh peserta yang mengikuti tahapan saat ini telah melewati seleksi administratif yang ketat, sehingga kompetisi berlangsung di antara kandidat terbaik.
Lebih jauh, Bupati menekankan pentingnya menghadirkan sosok pemimpin yang tidak hanya menjaga posisi, tetapi mampu menunjukkan kinerja tinggi, inovatif, dan berani mengambil terobosan.
“Yang kita butuhkan adalah pemimpin yang berani mengambil risiko, punya inovasi, dan fokus pada pelayanan publik, bukan sekadar mempertahankan status quo,” ujarnya.
Ia berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu menjawab berbagai tantangan daerah, mulai dari pengentasan kemiskinan, penanganan pengangguran, percepatan penurunan stunting, hingga pembangunan infrastruktur.
Melalui proses seleksi yang terbuka dan berbasis kompetensi ini, Pemkab Kuningan menargetkan lahirnya energi baru dalam birokrasi yang lebih profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(Heryanto)


















