Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kantor Urusan Agama (KUA) memberikan bantuan tiga pohon, sementara Perhutani memberikan bantuan sekitar 20 pohon, di antaranya pohon nangka, salam, dan matoa yang kemudian ditanam di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap dapat membentuk karakter siswa agar lebih peduli serta memahami pentingnya menjaga dan merawat lingkungan.
Selain itu, hasil karya siswa juga akan dilombakan, seperti penilaian terhadap pot terbaik dan tanaman yang paling terawat. Siswa yang terpilih akan mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan kepedulian mereka terhadap lingkungan.
Program Pesantren Ekologi ini tidak hanya dilaksanakan dalam satu hari, tetapi direncanakan menjadi kegiatan berkelanjutan di sekolah hingga tahun-tahun berikutnya. Bahkan, program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain yang tengah mengembangkan budaya sekolah peduli lingkungan.
(Heryanto)


















