Pemkab Kuningan juga menetapkan lima kecamatan sebagai lokus prioritas 2026, yakni Cigandamekar, Garawangi, Selajambe, Cigugur, dan Cidahu, guna memastikan intervensi lebih fokus dan tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Edi Martono, mengungkapkan masih ditemukan berbagai masalah di lapangan seperti anemia, berat badan rendah, hingga penyakit penyerta seperti tuberkulosis dan infeksi pernapasan.
Ia menilai, penanganan stunting tidak cukup hanya dengan perbaikan gizi, tetapi juga membutuhkan intervensi kesehatan yang lebih luas serta dukungan anggaran dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Pemkab pun terus memperkuat intervensi, mulai dari pemberian makanan tambahan, ASI eksklusif, hingga perbaikan sanitasi dan pendampingan keluarga berisiko.
“Ini bukan sekadar program, tapi investasi untuk masa depan generasi Kuningan,” pungkas Tuti.(Heryanto)


















