Menurutnya, kegiatan kali ini melibatkan sedikitnya 12 dokter spesialis dengan berbagai layanan kesehatan. Salah satunya adalah pelayanan kesehatan mata yang mencakup pemeriksaan kondisi mata dan gangguan penglihatan.
Tidak hanya pemeriksaan, masyarakat yang membutuhkan kacamata juga mendapat perhatian khusus. Sebanyak 20 kacamata gratis disiapkan bagi warga yang berdasarkan hasil pemeriksaan memang membutuhkan alat bantu penglihatan.
“Jadi masyarakat diperiksa terlebih dahulu. Ketika diketahui mengalami gangguan penglihatan dan memang membutuhkan kacamata, nanti kita berikan secara gratis,” katanya.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut juga cukup tinggi. Hingga sehari sebelum pelaksanaan, tercatat lebih dari 235 warga telah mendaftar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Dr. Revanggi menegaskan, seluruh pasien akan diperiksa satu per satu agar kebutuhan pengobatannya dapat diketahui secara tepat.
“Yang membutuhkan obat akan kita berikan obat, yang membutuhkan kacamata akan kita berikan kacamata. Kita ingin pelayanan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Kehadiran layanan spesialis secara langsung di wilayah Subang diharapkan tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga untuk tidak mengabaikan gangguan kesehatan, termasuk masalah penglihatan.
Melalui IDI Mengabdi untuk Negeri, para dokter menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak harus selalu menunggu masyarakat datang ke pusat kota. Pelayanan kesehatan juga harus bergerak mendatangi masyarakat, terutama mereka yang berada jauh dari akses layanan spesialis.(Heryanto)

















