“Sinergi antara KONI, cabang olahraga, pemerintah daerah, dunia pendidikan, hingga pihak swasta harus terus diperkuat agar pembinaan atlet berjalan optimal,” ujarnya.
Wakil Bupati juga meminta agar Rakerkab menghasilkan program kerja yang fokus dan terukur, terutama pada cabang olahraga unggulan yang memiliki peluang prestasi. Pemerintah Kabupaten Kuningan, lanjutnya, tetap berkomitmen mendukung kemajuan olahraga sesuai kewenangan dan kemampuan daerah.
“Prestasi olahraga tidak bisa dibangun sendiri. Dibutuhkan gotong royong dan komitmen seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Jabar, Brigjen TNI (Purn) Dr. Arief Prayitno, S.I.P, SH, M. Hum, menuturkan Rakerkab merupakan kewajiban organisasi sesuai AD/ART yang harus dimanfaatkan untuk membaca capaian dan tantangan pembinaan olahraga di daerah.
“Rakerkab bukan sekadar agenda rutin, tetapi ruang evaluasi dan perencanaan agar pembinaan olahraga berjalan terarah,” ujarnya.
Terkait persiapan Porprov, KONI Jabar mengingatkan pentingnya penetapan target prestasi yang realistis di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Namun, keterbatasan tersebut diharapkan tidak mengurangi semangat dan profesionalisme pembinaan.
KONI Jabar juga menaruh perhatian pada perlindungan atlet unggulan daerah agar tidak berpindah menjelang Porprov. “Tolong jaga atletnya. Jangan sampai setelah dibina dengan baik, justru pindah saat Porprov,” tegasnya.
Ia menyebut Kabupaten Kuningan memiliki kekuatan pada cabang olahraga Atletik dan Angkat Berat, serta potensi besar pada cabang Renang, Panjat Tebing, dan Dayung. Pada Porprov sebelumnya, Kuningan mampu menempati peringkat ke-12, bahkan meraih 17 medali emas pada babak kualifikasi dari 32 cabang olahraga yang diikuti.
“Dengan solidaritas dan profesionalisme yang terus dijaga, saya optimistis Kuningan bisa prestasi.(HER)


















