Toto menilai banyak unggahan di media sosial yang belum tentu jelas asal dapurnya maupun waktu kejadian. Karena itu ia meminta masyarakat yang mengunggah keluhan juga bersedia memberikan keterangan apabila diperlukan.
Ia menambahkan, dalam proses penyusunan menu MBG sebenarnya sudah melibatkan tenaga ahli gizi dan pengawasan dari pihak terkait agar kandungan gizi serta harga tetap sesuai standar.
“Menu yang disusun itu ada ahli gizinya, ada pengawasan. Tidak boleh melebihi harga pasar dan harus memenuhi standar gizi,” jelasnya.
Jika ditemukan pelanggaran atau kualitas makanan yang tidak layak, Toto menegaskan pengelola dapur dapat dikenai sanksi tegas, mulai dari penutupan sementara hingga penutupan permanen.
“Kalau memang terbukti ada pelanggaran atau makanan tidak layak konsumsi, tentu ada sanksinya. Bisa ditutup sementara bahkan permanen,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah membuang bukti jika menemukan makanan yang diduga bermasalah, seperti telur busuk atau makanan yang tidak layak.
“Kalau memang ada temuan seperti telur busuk atau makanan tidak layak, jangan langsung dibuang. Jadikan sampel supaya bisa dibuktikan dan ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Her)


















