Putu mengatakan, pemilihan kuda sebagai ikon dinilai lebih merepresentasikan karakter dan identitas Kabupaten Kuningan. Kehadiran patung kuda diharapkan dapat memberikan pesan yang lebih kuat kepada masyarakat maupun pengunjung yang memasuki wilayah Kuningan.
“Kalau orang melihat kuda, harapannya langsung teringat Kuningan. Jadi ini bagian dari upaya memperkuat identitas daerah,” katanya.
Selain pertimbangan identitas daerah, kondisi fisik Tugu Bola Dunia juga menjadi salah satu alasan dilakukan pergantian. Tugu tersebut telah berdiri hampir satu dekade dan kondisinya mulai mengalami kerusakan serta berkarat sehingga dinilai sudah waktunya dilakukan pembaruan.
Putu menegaskan, penataan ikon tersebut tidak berhenti pada satu titik. Pemerintah daerah melalui DPUTR secara bertahap akan melakukan pembenahan terhadap sejumlah kawasan dan fasilitas di koridor jalan utama.
“Ke depan beberapa tempat juga akan kita perbaiki dan ditata kembali. Mudah-mudahan penataan ini bisa membuat wajah Kuningan semakin baik dan mendukung Kuningan Lebih Melesat,” ujarnya.
Pergantian ikon ini sekaligus diharapkan memperkuat tagline baru bahwa Kuningan identik sebagai Kota Kuda, sehingga simbol daerah tidak hanya menjadi penghias kawasan, tetapi juga memiliki pesan budaya dan identitas yang mudah dikenali masyarakat.(Heryanto)


















