Tuti juga mengingatkan bahwa proses belajar tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Para peserta diminta terus mengembangkan kapasitas kepemimpinan melalui berbagai sumber pembelajaran, termasuk perkembangan informasi dan praktik kepemimpinan yang berkembang di masyarakat.
“Diklat PKP bukan berarti selesai belajar. Bapak dan Ibu harus terus belajar dan mengembangkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan,” katanya.
Ia berharap para peserta dapat membantu Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui kolaborasi dan sinergi dalam mewujudkan 10 program prioritas Kuningan Melesat.
Selain itu, Tuti menitipkan pesan kepada peserta yang akan melaksanakan studi lapangan ke Kabupaten Gunungkidul agar membawa nama baik Kabupaten Kuningan. Studi lapangan tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk menggali berbagai inovasi dan praktik pembangunan yang dapat diterapkan di Kuningan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia BKPSDM Kabupaten Kuningan, Iis Risnawati, SE, menjelaskan bahwa PKP Angkatan I Tahun 2026 diikuti 34 peserta yang berasal dari sejumlah perangkat daerah, badan, kecamatan, hingga kelurahan.
Pelatihan tersebut telah dimulai sejak awal Juli 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 18 November 2026.
“Diharapkan melalui Diklat PKP ini para peserta mampu menciptakan inovasi pelayanan baru, baik dalam pelayanan kepada ASN maupun masyarakat, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, efektif, dan memberikan manfaat,” jelas Iis.
Sekretaris BKPSDM Kabupaten Kuningan, Hartanto, turut mendampingi pelaksanaan kegiatan tersebut. Pelatihan ini diharapkan melahirkan aparatur yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis dan manajerial, tetapi juga mampu menjalankan fungsi pengawasan dengan penuh tanggung jawab.
Dengan demikian, lulusan PKP Angkatan I Tahun 2026 diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan di unit kerjanya masing-masing serta memperkuat kualitas pelayanan publik di Kabupaten Kuningan.(Heryanto)

















