Scroll ke bawah
banner 325x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
Lifestyle & HiburanNews

UMKM Peti Kayu di Belawa Bertahan 18 Tahun Tanpa Bantuan Pemerintah

95
×

UMKM Peti Kayu di Belawa Bertahan 18 Tahun Tanpa Bantuan Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU ||| CIREBON – Sebuah usaha rumahan pembuatan peti kayu di Desa Belawa RT 05/01 Blok A, Lemah Abang, Kabupaten Cirebon, yang sudah berjalan sejak Februari 2007, hingga kini belum pernah tersentuh bantuan dari pemerintah. Usaha yang memproduksi peti mangga, peti telur, dan peti kesemek tersebut dijalankan oleh pasangan suami istri, Bapak Nana Rohmana dan istrinya.

Istri dari Nana Rohmana, yang menjadi narasumber utama dalam wawancara pada Selasa, 25 November 2025, menyampaikan kebingungannya mengapa usaha yang telah bertahan hampir 18 tahun ini belum pernah mendapat dukungan.

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

“Kami juga tidak tahu kendalanya apa. Usaha ini sudah berjalan hampir 18 tahun, tapi belum pernah dapat bantuan apa pun,” ujarnya.

Baca Juga :  Gugat Dugaan Ijazah Palsu, Ini Jawaban Kuasa Hukum Tergugat

Ia menjelaskan bahwa pihaknya pernah mengajukan proposal bantuan UMKM, namun sudah lupa tahun tepatnya. Proposal tersebut diserahkan ke RT setempat, dan setelah itu tidak ada kejelasan lebih lanjut. Kendala terbesar yang dihadapi adalah masalah modal, disusul keterbatasan peralatan kerja serta ketiadaan kendaraan untuk distribusi.

“Modal itu yang paling menunjang semuanya. Kalau tidak ada modal, sulit sekali bagi kami untuk mengembangkan usaha,” katanya.

Baca Juga :  LBH Adipati: Menerima Konsultasi dan Pendampingan Hukum

Saat ini pemasaran masih terbatas pada pembeli di wilayah sekitar seperti Belawa, Ciawi, dan Gumulung. Karena tidak memiliki kendaraan, pihak usaha hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung mengambil pesanan.

“Barang biasanya diambil pembeli sendiri karena kami tidak punya kendaraan untuk mengantarkan,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat jangkauan pemasaran semakin terbatas dan sulit berkembang ke wilayah lain. Walau penuh keterbatasan, usaha ini tetap memberikan manfaat bagi warga sekitar. Beberapa masyarakat mendapat kesempatan kerja, dan sebagian lainnya merasa terbantu dengan keberadaan UMKM tersebut.

Baca Juga :  Investasi Masa Depan Terbaik Adalah Pendidikan Usia Dini

Sebagai penutup, istri pemilik usaha berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap UMKM kecil yang sudah bertahan lama namun kurang difasilitasi.

“Tolong kami diberi bantuan modal atau fasilitas yang bisa menunjang. Kami ingin sekali mengembangkan usaha, tapi kami terbentur modal,” ucapnya.

Usaha peti kayu ini menjadi cermin nyata bagaimana UMKM akar rumput berjuang mandiri, menunggu dukungan agar bisa tumbuh dan berdaya saing di tengah kebutuhan pasar yang terus berkembang.


Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin