Ia menekankan bahwa keberhasilan membangun generasi unggul membutuhkan perhatian bersama dari berbagai pihak. Mulai dari pemenuhan sanitasi dan air bersih, pengawasan orang tua terhadap anak, peran aktif sekolah, hingga kepedulian lingkungan sekitar.
Tuti juga mengaku prihatin terhadap masih ditemukannya kasus anak putus sekolah yang berujung pada pernikahan dini dan kehamilan di usia anak.
“Fakta bahwa masih ada anak yang hamil di usia sekolah, bahkan saat masih duduk di bangku kelas VI SD, menjadi keprihatinan serius bagi kami. Ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak terus berulang,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh orang tua, khususnya para ibu yang sedang mengandung maupun yang tengah mempersiapkan kehamilan, untuk menjaga kesehatan sejak masa kehamilan sebagai investasi bagi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
“Menjaga calon buah hati harus dimulai sejak dalam kandungan. Dengan kolaborasi keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah, kita optimistis dapat menciptakan generasi Kuningan yang lebih sehat, berdaya saing, dan sejahtera,” pungkasnya.(Heryanto)


















