“Babarit bukan sekadar tradisi, tetapi juga pengikat sosial yang memperkuat persatuan warga. Ini menjadi bukti bahwa kemajuan desa harus tetap berpijak pada nilai budaya dan kearifan lokal,” ujar Wabup Tuti saat membacakan sambutan Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Tundagan dan seluruh masyarakat yang telah berinisiatif menghidupkan kembali tradisi tersebut di tengah derasnya arus modernisasi.
Menurutnya, pelestarian budaya lokal menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat karakter masyarakat desa.
Selain menyoroti pentingnya pelestarian budaya, dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati juga merespons aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur desa. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen untuk mendukung perbaikan jalan desa, dengan mempertimbangkan aspek teknis pelaksanaan agar hasil pembangunan dapat lebih optimal dan tahan lama.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap semangat gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal terus tumbuh di tengah masyarakat.
Tradisi Babarit diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi fondasi sosial dan budaya dalam membangun Desa Tundagan ke arah yang lebih maju, tanpa melupakan akar sejarah dan nilai-nilai leluhur.(HER)


















