Ia menambahkan, kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh dukungan anggaran, tetapi juga oleh rasa memiliki, kebersamaan, dan kepedulian antarpegawai.
Semangat itu, kata dia, tercermin dalam pelaksanaan halalbihalal yang berlangsung secara swadaya melalui kontribusi pegawai, khususnya mereka yang berulang tahun pada bulan Maret.
“Kekuatan kita bukan hanya pada anggaran, tetapi pada kepedulian, kebersamaan, dan keikhlasan untuk saling berbagi. Ini menunjukkan bahwa kita bukan sekadar organisasi, tetapi satu keluarga besar,” ucapnya.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh pegawai Diskatan dan dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Diskatan, Rika Farliani, S.E., M.Si., beserta jajaran. Momentum kebersamaan itu juga dirangkaikan dengan perayaan ulang tahun bagi 44 pegawai yang lahir pada Maret 2026.
Wahyu mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan organisasi sebagai ruang kerja yang sehat, harmonis, dan produktif dengan menumbuhkan budaya saling menghargai serta memperkuat kolaborasi.
“Organisasi yang kuat bukan yang tanpa masalah, tetapi yang mampu menyelesaikan tantangan dengan kebersamaan dan kedewasaan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, tausiyah disampaikan oleh H. Dede Wahid Hasyim, M.Pd.I., yang mengajak peserta memaknai bulan Syawal sebagai fase peningkatan kualitas diri setelah menjalani Ramadan.
Ia menekankan bahwa halalbihalal bukan sekadar tradisi berjabat tangan, melainkan sarana memperkuat silaturahmi yang dilandasi ketulusan dan keikhlasan.
“Silaturahmi akan bermakna jika dibangun dengan keikhlasan, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan musafahah sebagai simbol saling memaafkan. Melalui momentum ini, Diskatan Kuningan berharap semangat kebersamaan yang terbangun dapat menjadi energi baru untuk bekerja lebih solid, adaptif, dan berdampak dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(HER)


















