Menurutnya, pembinaan tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga membangun sikap disiplin, gotong royong, kepedulian, serta tanggung jawab sosial sebagai bekal sebelum warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Salah seorang warga binaan, AM, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Baginya, kegiatan sosial menjadi pengalaman berharga untuk belajar peduli sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Kami senang bisa ikut kegiatan seperti ini. Lingkungan menjadi lebih bersih dan jalan menjadi lebih baik. Kami juga merasa bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.
Lapas Kelas IIA Kuningan terus mendorong pembinaan yang tidak sekadar membekali warga binaan dengan keterampilan, tetapi juga membuka ruang bagi mereka untuk berkontribusi nyata melalui kegiatan sosial dan lingkungan.
Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter warga binaan agar lebih siap menjalani kehidupan dan kembali berperan positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.(Heryanto)

















