“Harga-harga sekarang cukup naik signifikan, baik sembako maupun bumbu-bumbu. Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, kami berharap masyarakat bisa terbantu,” katanya.
Dalam sambutannya, Hj Henny juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Bupati Kuningan beserta jajaran di Desa Linggasana. Dengan gaya khas yang hangat dan penuh keakraban, ia menyebut masyarakat sangat senang atas perhatian pemerintah daerah terhadap warganya.
Ia pun berharap perhatian pemerintah tidak hanya berhenti pada program pangan murah, tetapi juga terhadap infrastruktur jalan menuju Desa Linggasana yang menurutnya sudah sekitar 16 tahun belum mendapatkan perbaikan menyeluruh.
“Mudah-mudahan tahun 2027 ada perhatian untuk jalan Desa Linggasana. Selama ini baru tambal sulam saja, padahal akses jalan sangat penting untuk masyarakat,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kabid Ating yang mewakili Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Wahyu Hidayah menjelaskan, stok kebutuhan pokok yang disiapkan dalam kegiatan tersebut cukup besar untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Total yang disiapkan hari ini antara lain beras sekitar 3,5 ton, minyak goreng 600 liter, daging sapi 1 kuintal, cabai 1,5 kuintal, serta telur sekitar 4 kuintal,” jelasnya.
Ia menyebut harga yang ditawarkan memang sengaja dibuat lebih murah agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Daging sapi dijual Rp125 ribu per kilogram, sedangkan beras premium dijual Rp12 ribu per kilogram atau Rp60 ribu per kemasan 5 kilogram.
“Kami berharap program ini diterima dengan baik oleh masyarakat. Prinsipnya sama seperti yang disampaikan Pak Bupati, tujuannya agar masyarakat merasa senang dan terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah,” ujarnya.
Sejak pagi hari, warga tampak rela antre demi mendapatkan kebutuhan pokok murah. Suasana kegiatan pun berlangsung meriah, penuh keakraban, dan disambut antusias masyarakat Linggasana maupun warga desa sekitar.(Heryanto)


















