Dalam kesempatan tersebut, Eman juga meluruskan adanya keresahan sebagian masyarakat sebelumnya yang mempertanyakan ketidakhadiran Bupati dalam agenda ziarah ke makam leluhur di Winduherang.
Menurutnya, keresahan tersebut memang sempat muncul, namun bukan berarti Bupati tidak peduli terhadap keberadaan makam para leluhur di Winduherang.
Eman mengaku telah memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa rangkaian ziarah Hari Jadi Kuningan telah diatur dalam agenda panitia PHBN, sehingga pelaksanaan ziarah dilakukan sesuai pembagian waktu dan lokasi.
“Saya memberikan edukasi kepada masyarakat, kepada para kasepuhan dan semuanya, bahwa Pak Bupati bukan tidak mau datang ke sini. Beliau memiliki rundown dari PHBN dan ziarah ke makam para leluhur juga dibagi waktunya,” jelasnya.
Karena itu, Eman meminta masyarakat tidak melihat persoalan tersebut sebagai bentuk ketidakpedulian pemerintah daerah terhadap para leluhur.
“Jadi bukan berarti Pak Bupati tidak peduli kepada para leluhur. Sama sekali tidak. Hari ini alhamdulillah beliau bersama Ibu Wabup, Pak Sekda dan rombongan hadir ke sini sesuai waktunya,” ujarnya.
Eman menilai kehadiran Bupati secara langsung akhirnya dapat menjawab keresahan yang sempat berkembang di masyarakat. Ia pun mengapresiasi langkah Bupati yang menyempatkan diri berziarah ke makam leluhur di Winduherang.
“Alhamdulillah, dengan kehadiran Pak Bupati hari ini, keresahan itu terobati. Masyarakat bisa melihat langsung bahwa beliau tetap menghargai dan menghormati para leluhur,” katanya.
Ia menegaskan, persoalan yang sempat muncul sebelumnya tidak perlu dibesar-besarkan ataupun dijadikan alasan untuk saling menyalahkan. Menurutnya, keresahan warga lebih didasari rasa bangga dan kecintaan terhadap sejarah serta para leluhur Winduherang.
“Tidak ada istilah saling menyalahkan. Saya juga tidak menyalahkan masyarakat. Mungkin karena masyarakat merasa bangga ketika ada pimpinan daerah datang ke sini untuk menghormati para sesepuh dan leluhur yang ada di Winduherang,” pungkasnya.(Heryanto)

















