“Tapi nanti 2030 ada kemungkinan turun lagi,” katanya.
Kendati demikian, belum ada keputusan mengenai partai politik yang akan menjadi kendaraan politiknya. Yosa mengaku masih harus mempertimbangkan restu keluarga, terutama istri dan orang tua.
“Pertama harus restu istri, restu orang tua. Yang kedua, pendaftaran KPU juga belum dibuka. Mau daftar bagaimana kalau pendaftarannya belum dibuka,” tuturnya.
Nama Yosa sendiri bukan sosok asing dalam kontestasi politik Kuningan. Pada Pilkada 2018, ia berpasangan dengan dr. Toto Taufikurohman Kosim sebagai calon Wakil Bupati melalui pasangan yang dikenal dengan jargon SenTOSA.
Kini, delapan tahun berselang, komunikasi politik yang kembali terbangun dan sinyal kemungkinan maju pada 2030 memunculkan spekulasi tentang kebangkitan SenTOSA jilid 2.
Meski masih sebatas penjajakan dan belum ada keputusan politik, Yosa tidak menutup pintu untuk kembali mengambil bagian dalam dinamika pembangunan dan perpolitikan Kabupaten Kuningan.
“Insyaallah, insyaallah kita mewarnailah,” pungkasnya.
Apakah SenTOSA akan kembali hadir pada kontestasi politik Kuningan 2030? Waktu dan dinamika politik yang akan menjawabnya.(Heryanto)

















