“Alhamdulillah semuanya tertangani. Tidak ada yang mengharuskan dirawat inap. Malam itu juga semuanya diperbolehkan pulang untuk melanjutkan observasi di pesantren,” ujarnya.
Toni menegaskan, pemeriksaan medis tidak menemukan indikasi keracunan makanan. Keluhan para santri lebih dominan berupa demam, sementara sebagian mengalami batuk dan pilek.
“Bukan keracunan. Lebih ke demam, ada yang sedikit batuk dan pilek,” tegasnya.
Menurut Toni, keluhan demam, batuk dan pilek belakangan memang menunjukkan peningkatan. Kondisi tersebut tidak hanya ditemukan di RSUD Linggajati, tetapi juga dilaporkan terjadi di sejumlah rumah sakit lain.
“Trennya memang meningkat. Bukan hanya di rumah sakit kami, tetapi juga di rumah sakit lain,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga daya tahan tubuh, menerapkan pola hidup sehat, menjaga pola makan, berolahraga, serta menggunakan masker ketika diperlukan.
Sementara itu, Kepala Bidang Keperawatan RSUD Linggajati, Darwo, S.Kep., Ners., memastikan 15 santri tersebut telah mendapatkan penanganan sejak tiba di rumah sakit dan seluruhnya diperbolehkan pulang karena tidak membutuhkan rawat inap.(Heryanto)

















