Sementara itu, Kepala Direksi Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional menjelaskan, program becak listrik tersebut memang diarahkan untuk membantu para pengemudi becak berusia lanjut.
Ia menyebut, di sejumlah daerah penerima bantuan rata-rata merupakan pengemudi berusia 60 tahun ke atas. Bahkan, di Kota Malang terdapat penerima yang berusia hingga 100 tahun dan masih mengayuh becak.
“Fokus Pak Prabowo memang membantu para pengemudi becak yang sudah lanjut usia. Mereka tidak perlu lagi mengeluarkan tenaga besar untuk mengayuh becak di tengah panas,” jelasnya.
Dari sisi operasional, becak listrik tersebut dinilai cukup mudah digunakan, termasuk dalam pengisian daya. Pemerintah daerah nantinya akan menyediakan titik-titik tertentu untuk pengisian daya.
“Pengisiannya mudah, seperti menggunakan charger handphone. Adaptornya tersedia dan nanti disiapkan titik-titik tertentu oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, 200 unit becak listrik yang dialokasikan untuk Kuningan telah memiliki penerima masing-masing. Penentuan penerima dilakukan berdasarkan persyaratan dan indikator yang telah ditetapkan, dengan prioritas kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Bupati Dian berharap bantuan tersebut dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal sehingga tidak hanya membantu mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan penerimanya.
“Yang memang membutuhkan tentu berdasarkan persyaratan khusus,” pungkas Dian.(Heryanto)

















